Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
ATURAN PENYELAMATAN DIRI DALAM KEADAAN BERBAHAYA
29-11-2008, 11:37
Post: #1
ATURAN PENYELAMATAN DIRI DALAM KEADAAN BERBAHAYA
ATURAN PENYELAMATAN DIRI DALAM KEADAAN BERBAHAYA

1. PERCAYA DIRI
Orang yang dapat menyelamatkan diri tidak terjebak pada perangkap
ketakutan yang mematikan, yaitu ketakutan yang tidak termobilisasi
atau penyangkalan terhadap ketakutan. Banyak orang yang seharusnya
selamat dalam tragedi World Trade Center pada tanggal 11 September
2001 tewas, karena mereka hanya diam dengan patuh untuk menunggu
pertolongan dan bukan berusaha untuk menyelamatkan diri mereka
sendiri. Dan banyak diantara mereka yang dikuasai rasa panik. Panik
disini tidak selalu berarti berlari kesana-kemari dengan
menjerit-jerit, namun bisa berarti diam dengan tidak melakukan apapun
. Para penyelidik kecelakaan pesawat sering menemukan bahwa para
penumpang ternyata ditemukan mati dengan keadaan masih terikat erat di
tempat duduk mereka. Orang yang dapat menyelamatkan diri sebaliknya
menyadari keadaan mereka, "Saya benar-benar dalam keadaan yang
membahayakan diri saya dan saya akan berusaha untuk menyelamatkan diri
saya."
Dalam lima menit pertama sejak kecelakaan terjadi, sang korban
dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang penting. Presepsi dan fungsi
kognitif seseorang yang dapat menyelamatkan diri berada dalam tingkat
yang tinggi saat ia menghadapi bahaya. Dengan dipacu oleh ancaman atas
nyawanya, seseorang yang dapat menyelamatkan diri mengetahui keadaan
sekitar mereka sampai ke hal-hal yang terkecil, selain itu merekapun
meyakini naluri mereka. Joe Simpson, seorang pemanjat tebing dari
Inggris yang baru saja menjejakkan kaki di gunung berketinggian 21.000
kaki di negara Peru, terjatuh dan mengalami patah kaki. Hal pertama
yang muncul dalam benaknya adalah mungkin dia hanya keseleo. Tetapi
beberapa saat kemudian dia berkata pada dirinya sendiri,"Kakiku patah,
aku akan mati." Orang yang dapat menyelamatkan dirinya tidak
menyangkal kebenaran. Hanya dengan menyadari luka yang dia alami,
Simpson mampu untuk menjalani tantangan yang mengerikan di hadapannya.

2. TETAP TENANG
Dalam keadaan yang kritis, orang yang dapat menyelamatkan diri tidak
dikuasai oleh rasa takut tapi mereka akan memanfaatkan rasa takut
tersebut. Rasa takut yang mereka rasakan seringkali berubah menjadi
rasa marah yang akan memotivasi mereka dan membuat mereka dapat
berpikir dengan cerdik. Aron Ralston, seorang pemanjat gunung yang
harus memotong tangannya untuk melepaskan diri dari batu besar yang
telah menjepitnya di sebuah lembah celah di Utah, semula menjadi panik
dan membantingkan tubuhnya ke batu yang telah menjepit tangannya. Tapi
dia segera berhenti melakukan hal tersebut dan menarik nafas panjang
untuk kemudian memperhatikan pilihan-pilihan yang dia miliki. Dia
menghabiskan waktu hingga lima hari untuk dapat meyakinkan dirinya
untuk menentukan apa yang harus dia lakukan untuk dapat menyelamatkan
dirinya. Seseorang yang dapat menyelamatkan dirinya sangat mneyadari
bahwa mereka harus tetap tenang. Mereka harus berusaha menghindar dari
emosi ingin memberontak yang terlalu meluap-luap.
Dan dengan menghadapi keadaan genting, mereka juga dapat mengatasi
penderitaan yang mereka rasakan dengan baik. Dalam buku In Touching
The Void, Joe Simpson mengungkapkan penderitaan yang dia hadapi di
Peru. Dia menulis bahwa dia dapat "menyesuaikan diri dengan rasa sakit
terus menerus yang dia rasakan" yang disebabkan oleh kakinya yang
terluka dan patah yang menjadi penghalang baginya untuk dapat menuruni
gunung tersebut. James Stockdale, seorang pilot tempur yang ditembak
jatuh di Vietnam dan menghabiskan waktu delapan tahun di Hanoi Hilton,
julukan bagi camp penjaranya, yakin bahwa "dengan membiasakan diri
dengan rasa sakit" adalah alat yang paling penting bagi orang yang
dapat menyelamatkan dirinya, "Anda harus mengalami rasa sakit. Tidak
boleh ada kata tidak."

3. BERPIKIR, MENGANALISA, MERENCANAKAN
Orang yang harus menyelamatkan diri dalam jangka panjang dengan cepat
akan mengorganisir, menentukan rutinitas yang harus mereka lakukan dan
menetapkan disiplin. Dalam kelompok orang-orang yang sedang
menyelamatkan diri, akan muncul seorang pemimpin. Seorang yang
menyelamatkan diri seorang diri seringkali mengisahkan bahwa mereka
mendengar sebuah suara yang mengendalikan situasi mereka. Sementara
fenomena mendengar suara dapat mengindikasikan turunnya kondisi mental
di dalam kedaan tertentu, hal tersebut juga mudah dijelaskan dalam dua
fungsi otak : emosi dan akal. Dalam kasus-kasus tertentu dengan bahaya
yang sangat fatal, emosi seringkali mengambil alih. Tapi seorang yang
dapat menyelamatkan diri mengesampingkan emosi dan membiarkan akal
yang bekerja dan mereka membuat diri mereka menjadi dua pribadi yang
berbeda dimana mereka akan melaksanakan ide yang menurut mereka masuk
akal.
Steve Callahan, seorang pelaut dan pembuat kapal, sedang dalam
pelayaran tunggal di samudera Atlantik di tahun 1982 saat kapalnya
tiba-tiba mengalami masalah dan mulai tenggelam. Terombang ambing
selama 76 hari di atas sebuah sekoci seluas lima kaki, dia melakukan
pelayaran penyelamatan dirinya dengan dipimpin oleh seorang "kapten"
yang memberi perintah kepadanya dan menjaganya di saat dia sangat
membutuhkan air minum. Bahkan saat dia ingin memberontak. "Kapten"nya
dengan rutin melatih "kru" tersebut. Sehingga dalam kendali yang
sangat ketat ini dia mampu menyingkirkan pikiran bahwa situasinya
tidak mempunyai harapan. Dia harus terombang-ambing sejauh 1800 mil di
dataran Karibia dan mengambil langkah-langkah pertama yang harus
dilakukan dengan pikiran yang jernih dalam mencapai penyelamatan
dirinya, juga menganalisa situasinya dan memformulasikan perencanaan
yang akan dia jalani.

4. MENGAMBIL TINDAKAN
Orang yang menyelamatkan diri mau mengambil resiko untuk menyelamatkan
diri mereka dan orang lainnya. Namun mereka pun berani dan menyadari
apa yang akan mereka lakukan.
Callahan tidak mengerti mengapa kapalnya yang kecil tiba-tiba dipenuhi
dengan air, mungkin terbentur oleh ikan paus. Tapi saat kapal tersebut
mulai tenggelam dia tidak hanya diam memandang kapalnya dengan rasa
tidak percaya. Dengan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan
diri, dia masuk ke dalam kabin yang gelap dan telah dipenuhi air untuk
dapat mengambil barang-barangnya yang berharga. Dia muncul kembali
dengan membawa "tas alat-alat darurat" berisi survival gear dan
sleeping bag nya yang basah, dimana jika tanpa alat-alat tersebut dia
tidak dapat menyelamatkan dirinya.
Lauren Elder, adalah satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan
pesawat di dataran tinggi Sierra, California. Terdampar di puncak
dengan ketinggian 12.000 kaki, dengan satu lengan yang patah, dia
dapat melihat lembah Saint Joaquin di bawahnya, tapi dia terpisah oleh
alam liar yang luas dan tebing es yang menyeramkan.
Dengan hanya mengenakan rok panjang, sebuah kemeja, dan sepatu boot
dengan hak setinggi dua inci, dia merangkak "dengan kedua tangan dan
kakinya" seperti yang dia katakan kemudian, "menjaga keseimbangan di
antara lempengan es, meninju dengan tangan dan kakinya."
Dia harus memanjat tebing selama 36 jam, suatu hal yang tampak
mustahil baginya. Namun Elder hanya memikirkan batu yang didepannya
selangkah demi selangkah. Orang yang dapat menyelamatkan dirinya dapat
memecahkan apa yang mereka lakukan setahap demi setahap sesuai dengan
apa yang dapat mereka lakukan.
Merekapun terobsesi untuk dapat melakukannya dengan baik (Elder selalu
menguji terlebih dahulu setiap pijakan yang akan dia lewati sebelum
dia melangkah maju dan sering mengambil waktu untuk beristirahat.
Orang yang dapat menyelamatkan diri berusaha hanya membuat sedikit
kekeliruan. Mereka hanya melakukan apa yang sesuai dengan kekuatan
mereka dalam waktu tertentu dari jam ke jam dari waktu ke waktu.

5. RAYAKAN KEBERHASILAN ANDA
Orang yang dapat menyelamatkan diri akan mendapatkan sukacita yang
luar biasa dengan pencapaian yang mereka raih, sekecil apapun itu. Hal
tersebut dapat menghindarkan mereka dari rasa putus asa yang mematikan
dan menjaga mereka untuk terus termotivasi. Sukacita juga melepaskan
diri mereka dari stuasi yang mengancam yang tidak dapat dilukiskan
dengan kata-kata. Elder berkata bahwa saat telah berhasil menuruni
lereng es pertama, dia memandang ke atas lereng tersebut dan hampir
tidak percaya atas apa yang telah dia lakukan, dia berkata pada
dirinya sendiri, "Lihat apa yang telah kamu lakukan." Saya berseru
keras hingga terdengar hingga ke lereng di bawah saya. Bahkan dengan
lengannya yang patah, Elder merasakan rasa senang yang luar biasa
menjadi teman setianya dalam perjalanannya untuk menyelamatkan
dirinya. Hitunglah apa yang kamu miliki, kamu masih tetap hidup.

6. JADILAH ORANG YANG MENYELAMATKAN BUKAN MENJADI KORBAN
Orang yang menyelamatkan diri selalu melakukan hal yang sama bagi
orang lain, bahkan jika orang tersebut berada ratusan mil jauhnya.
Saat penulis Antone de Saint Exupery terdampar di gurun Libya setelah
pesawat ekspedisinya mengalami kerusakan mesin, dia memikirkan apa
yang akan terjadi dengan istrinya jika dia menyerah dan tidak kembali.
Yossi Ghinsberg seorang pendaki gunung kebangsaan Israel, tersesat di
hutan Bolivia lebih dari dua minggu setelah terpisah dengan
teman-temannya. Dia berhalusinasi bahwa dia ditemani seorang wanita
cantik yang selalu menemaninya setiap malam dalam perjalanannya.
Apapun yang dia lakukan, dia lakukan bagi wanita tersebut.

7. MENIKMATI PERJALANAN UNTUK MENYELAMATKAN DIRI
Nampaknya hal ini bertolak belakang dengan keadaan yang ada, namun
dalam situasi yang paling sulitpun, orang yang dapat menyelamatkan
dirinya menemukan sesuatu yang dapat dinikmati, sesuatu yang dapat dia
lakukan. Penyelamatan diri dapat berarti penantian yang membosankan
menjadi sesuatu yang menyenangkan. Elder tertawa terbahak-bahak saat
dia menyadari betapa dia takut bahwa seseorang akan melihat ke dalam
roknya saat dia memanjat tebing. Bahkan saat kapal Callahan tenggelam,
dia hanya berhenti tertawa saat dia harus menyelipkan pisau di
mulutnya saat harus menaiki rakit seperti seorang bajak laut.
Uji coba yang dilakukan dengan bermain dalam kedaan yang genting juga
akan menghasilkan penemuan dan penemuan akan menghasilkan teknik atau
strategi yang baru yang akan menyelamatkan anda. Saat melewati tebing
yang hampir vertikal di Peru, Joe simpson menciptakan irama saat dia
mengayunkan kapaknya, menjatuhkan tangannya yang lain ke atas
permukaan es dan lalu melakukan lompatan yang mengerikan dengan
kakinya yang masih sehat. "Saya dengan cermat terus mengulang pola
irama tersebut," tulisnya, "Saya mulai merasa terlepas dari keadaan di
sekeliling saya."
Menyanyi, membayangkan permainan, mengingat puisi, menghitung dan
mencoba menemukan solusi matematika yang sulit, akan membuang rasa
jenuh karena menunggu dan akan membuat situasi jadi lebih
menyenangkan, bahkan saat ada rasa takut yang mengancamnya. Di dalam
penjaranya, James Stockdale menulis, "Orang yang melewati tragedi
seperti ini dengan banyak puisi yang dapat diingat adalah orang yang
mempunyai karunia."
Orang yang dapat menyelamatkan diri mengatur masa kritis yang dia
alami hampir seperti seorang olahragawan dengan olahraga yang dia
tekuni. Mereka terikat pada jimat-jimat. Mereka menemukan hal yang
hanya dirasakan oleh seorang yang ahli, "zona" dimana emosi dan akal
saling seimbang untuk menghasilkan satu tindakan yang dapat
berubah-rubah.

8. MELIHAT KEINDAHAN
Orang yang menyelamatkan diri terpesona dengan keajaiban dunia mereka,
khususnya saat menghadapi bahaya kematian. Ungkapan kekaguman akan
keindahan, perasaan terpesona, membuka kesadaran akan keadaan di
sekitar mereka (saat anda terpesona oleh sesuatu yang indah, pupil
mata anda akan membesar). Debbie Kiley dan empat orang lainnya
terombang ambing di lautan Atlantik, setelah kapal mereka tenggelam
dalam badai pada tahun 1982. Mereka tidak mempunyai persediaan
makanan, tidak mempunyai air minum dan dapat saja mati. Dua orang
diantara mereka meminum air laut dan mulai menjadi gila. Ketika salah
seorang dari mereka melompat dari papan ke laut, segera dia dimakan
oleh ikan hiu di bawah papan mereka. Kiley merasa jika dia memandang
terus ke laut, maka diapun dapat menjadi gila, maka dia berkata pada
dirinya sendiri, "Lihat ke langit, disana tampak sangat indah."
Saat pesawat Saint Exupery terjatuh di gurun, dia menyadari bahwa dia
dalam bahaya, namun dia berkata dalam hati : "Disini kita berada, akan
mati, namun kematian tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan yang
saya rasakan. Sukacita yang saya dapat dari setengah buah jeruk yang
saya genggam adalah sukacita yang terbesar yang pernah saya rasakan."

9. MENYERAHKAN DIRI
Ya, anda pasti akan mati. Dalam kenyataanya, anda akan mati, semua
orang akan mati walaupun mungkin tidak harus hari ini. Di hari ketiga
saat dia terjepit di dalam jurang, Ralston telah kehabisan makanan dan
air minum dan dia tahu bahwa dia akan mati jika dia tidak dapat
melepaskan dirinya. Namun hal tersebut membawanya menjadi tenang bukan
menjadi merasa menderita. "Saya menerima kematian dengan rasa damai,"
katanya. Dalam berbagai cara, fase perjalanan penyelamatan bersama
berhubungan dengan tahap-tahap kematian dijelaskan dalam buku yang
terkenal On Death and Dying (Dalam Menghadapi Kematian) ditulis oleh
Elizabeth Kublerloss adalah penyangkalan, kemarahan, penawaran,
depresi, dan penerimaan. Hanya dengan menerima kematian, banyak orang
yang menyelamatkan diri mengatakan bahwa mereka mampu untuk berjuang
dan bertahan hidup. Salah seorang psikolog dalam hal penyelamatan diri
menyebutkan "Menyerahkan tanpa menyerah. Penyelamatan diri dilakukan
oleh orang yang menyerahkan diri."

10. YAKIN BAHWA ANDA AKAN BERHASIL
Dalam perjalanan tahap selanjutnya, orang yang menyelamatkan diri
mendapat semangat dari keyakinan bahwa dia akan selamat. "Selama dua
hari berakhir pada saat saya terjepit di jurang," kenang Aron Ralston,
"Saya merasa sebuah energi yang sangat meningkat memasuki diri saya
walaupun waktu itu saya telah kehabisan makanan dan minuman." Segera
setelah itu, dia menemukan kekuatan untuk memotong tangannya yang
telah mati. Elder juga menemukan kekuatan ketika waktu terus berjalan
: "Saat itu seolah-olah saya telah mendapatkan energi yang tidak ada
batasnya."

11. LAKUKAN APAPUN YANG PERLU DILAKUKAN
Elder memanjat dan menuruni tebing es dan batu karang tanpa alat-alat
dan pengalaman. Simpson menyeret kakinya yang patah sejauh bermil-mil
untuk kembali ke posnya. Ralston memotong tangannya sendiri untuk
membebaskan dirinya. Orang yang menyelamatkan diri memiliki apa yang
disebut para psikolog sebagai pengetahuan-meta: Mereka mengetahui
kemampuan mereka, dan tidak merendahkan atau melebih-lebihkannya.
Mereka yakin bahwa segala seuatu adalah mungkin dan karena itu mereka
harus bertindak.
Mereka seringkali mengucapkan sebuah mantera untuk menolong mereka,
saat Yossie Ghinsberg hilang di hutan Bolivia, ia menuliskan,"Ketika
saya putus asa, saya membisikkan mantera di telinga saya "Lelaki
sedang beraksi, lelaki sedang beraksi, " saya tidak tahu darimana saya
mendapatkan kata-kata tersebut…saya ulangi terus kata-kata tersebut :
'Seorang lelaki yang beraksi dapat melakukan apapun yang harus dia
lakukan dengan tidak takut dan khawatir.'"

12. TIDAK PERNAH MENYERAH
Saat kantung oksigen Apollo 13 meledak dalam perjalanannya ke bulan
pada tahun 1970, tampaknya kru yang ada dalam pesawat itu berada di
ambang kematian. Komandan James Lovell memutuskan untuk terus
menyampaikan semua data ke pusat kendali bahkan jika pesawat tersebut
terbakar dalam perjalanan pulang. Callahan, Elder, Ghinsberg, Kiley,
Ralston, Saint Exupery, Simpson, Stockdale –semuanya sama-sama
menentukan dan mengetahui kebenaran akhir ini – jika kamu tetap
hidup,
masih ada yang dapat kamu lakukan.
Orang yang menyelamatkan diri tidak mudah dilemahkan oleh kemunduran.
Saat mereka merasa bimbang, mereka akan mendorong diri mereka untuk
melakukan sebuah proses dari awal kembali. Mereka menjaga diri mereka
untuk tetap bersemangat dengan mengembangkan sebuah alternatif yang
diciptakan dari daya ingatan yang kaya, dimana mereka dapat
menyelamatkan diri. Mereka melihat kesempatan dalam kesengsaraan.
Dalam keadaan yang buruk, orang yang dapat menyelamatkan diri dapat
belajar dan menyukai uji coba yang mereka alami. Elder mengatakan,
"Saya tidak akan menjual perjalanan yang saya alami dengan apapun.
Bahkan kadang-kadang saya merindukannya. Saya merindukan kejelasan
dalam mengetahui dengan tepat apa yang harus saya lakukan
selanjutnya."
Mereka yang dapat menyelamatkan diri dari bahaya dunia ini, baik itu
dalam permainan, bisnis ataupun perang, melalui penyakit atau tragedi
akan melakukannya melalui suatu perubahan. Tetapi hal tersebut tidak
muncul begitu saja saat dibutuhkan. Hal tersebut muncul dari
pengalaman seumur hidup, sikap dan tindakan yang kita lakukan yang
membentuk kepribadian seseorang, pusat dimana kekuatan yang dibutuhkan
bersumber. Pengalaman penyelamatan diri adalah anugerah yang tidak
dapat dibandingkan, dan akan menunjukkan siapa sebenarnya anda.

Sumber : Catatan Harian Emak gw

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
Add Thank You reply




Contact Uswww.himpala.comReturn to TopReturn to ContentMobile VersionRSS Syndication