Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Krisis Ekonomi ( Email forwarded)
15-12-2008, 16:49
Post: #11
 
Terbalik bang malah harga BBM turun akibat krisis ekonomi dunia....
Mudah2an dengan turunnya bensin....kita lebih sering touring lagi deh(harapan)
Mantab

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
15-12-2008, 16:55
Post: #12
 
Quote:Originally posted by bukan pendaki
Terbalik bang malah harga BBM turun akibat krisis ekonomi dunia....

Lah berarti bener donkz,,

khan mailnya mengenai krisis dunia

Quote:Originally posted by bukan pendaki
Mudah2an dengan turunnya bensin....kita lebih sering touring lagi deh(harapan)
Mantab

akur om

bensin turun, hrga akomodasi jd turun

jalan2 jd tambah sipz Thumbup
reply
15-12-2008, 22:25
Post: #13
 
Bensin turunnya Gopek, full tank 4 liter hemat Rp.2000,- Frown

[Image: 1-2.jpg]
reply
15-12-2008, 22:26
Post: #14
 
Quote:Originally posted by Saikul
Bensin turunnya Gopek, full tank 4 liter hemat Rp.2000,- Frown

koq malah mewek omz Gila
reply
15-12-2008, 22:46
Post: #15
 
Gimana gak mewek, gak worthed banget!


Quote:Premium di Atas Harga Pasar, Pemerintah 'Untung' Triliunan

Suhendra – detikFinance

Jakarta - Harga jual BBM bersubsidi saat ini dinilai masih di atas harga keekonomian. Pemerintah diperkirakan bisa mengantongi penghematan subsidi hingga triliunan rupiah dari perbedaan harga tersebut.

Anggota DPR Komisi VII dari FPAN Tjatur Sapto Edy menjelaskan, harga premium bulan ini menggunakan asumsi harga minyak (dengan acuan MOPS) bulan lalu yang sebesar US$ 115,43 sen per galon. Jika dikalikan kurs rupiah sebesar Rp 11.700/uS$ dan ditambah alpha, maka harga keekonomian BBM menjadi Rp 3.893 per liter.

Sementara harga jual premium di SPBU Pertamina adalah Rp 5.500 per liter. Jika dikurangi pajak maka harganya menjadi Rp 4.675 per liter. Dengan begitu, pemerintah mendapat 'untung' dari menjual premium sebesar Rp 782 per liter.

"Kalau diperkirakan konsumsi premium selama 14 hari, dengan mengacu konsumsi bulan November sebesar 730.000 kilo liter, uang yang diambil dari masyarakat itu sampai Rp 570 miliar," katanya di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (15/12/2/008).

Nah, dengan pemerintah kembali menurunkan harga BBM mulai hari ini, maka selisih harga yang bisa dikantongi pemerintah secara total pada bulan ini mencapai Rp 850-900 miliar.

"Padahal pemerintah itu tidak boleh mengambil untung, pemerintah tidak boleh dagang dengan rakyat karena subsidi," katanya.

Sedangkan untuk bulan depan, penyesuaian harga seharusnya menggunakan acuan bulan ini dimana MOPS terpangkas menjadi hanya US$ 91,87 sen per galon. Jika dikalikan kurs Rp 11.663/US$ dan ditambah alpha, maka harga keekonomiannya Rp 3.085 per liter.

"Kalau Januari tahun depan harga jual Premium tetap Rp 5.000 per liter, maka selisihnya menjadi Rp 1.200 per liter," tambahnya.

Jika selisih sebesar ini dikalikan konsumsi per bulan yang mencapai 1,6 juta kilo liter, maka selisih yang dikantongi pemerintah mencapai Rp 1,9 triliun.

"Ini uang yang tidak sah karena diambil dari rakyat yaitu BBM subsidi, kecuali BBM Pertamax. Prinsipnya premium tidak boleh untung, tidak boleh ada uang diambil dari rakyat jadi ada dugaan pelanggaran UU," katanya.

Menurut Tjatur, seharusnya harga premium bisa turun lagi menjadi Rp 3.500 per liter. Jika tahun depan harga premiun tidak turun, maka pemerintah bisa dikatakan melanggar UU.

"Tahun depan, dengan melihat sekarang. Harga premium itu harus Rp 3.500, kalau di atas itu melanggar UU," katanya.


Kalau minyak dunia turun seharusnya BBM turun, begitu juga sebaliknya.

Lah ini sudah naek, tapi turunnya dikit Linux2

[Image: 1-2.jpg]
reply
15-12-2008, 22:49
Post: #16
 
Sialan gw d boongin

F***ed Government

[Image: 00020337.gif]
reply
15-12-2008, 23:08
Post: #17
 
Sama sama korban di bo'ongin kita Big grin

Ada angin gak sedap sih bilang, tar kalau mendekati pemilu baru di turunkan BBM Big grin

Bah, BBM seharusnya turun saat ini malah jadi konsumsi politik buat kampanye nanti, sial Hammer

[Image: 1-2.jpg]
reply
15-12-2008, 23:17
Post: #18
 
kalo gitu lebih baik kita golput aja ya...

golongan ciput keong...

tetep mancing walopun aer keruh !!!
reply
16-12-2008, 12:15
Post: #19
 
[

Quote:Premium di Atas Harga Pasar, Pemerintah 'Untung' Triliunan

Suhendra – detikFinance

Jakarta - Harga jual BBM bersubsidi saat ini dinilai masih di atas harga keekonomian. Pemerintah diperkirakan bisa mengantongi penghematan subsidi hingga triliunan rupiah dari perbedaan harga tersebut.

Anggota DPR Komisi VII dari FPAN Tjatur Sapto Edy menjelaskan, harga premium bulan ini menggunakan asumsi harga minyak (dengan acuan MOPS) bulan lalu yang sebesar US$ 115,43 sen per galon. Jika dikalikan kurs rupiah sebesar Rp 11.700/uS$ dan ditambah alpha, maka harga keekonomian BBM menjadi Rp 3.893 per liter.

Sementara harga jual premium di SPBU Pertamina adalah Rp 5.500 per liter. Jika dikurangi pajak maka harganya menjadi Rp 4.675 per liter. Dengan begitu, pemerintah mendapat 'untung' dari menjual premium sebesar Rp 782 per liter.

"Kalau diperkirakan konsumsi premium selama 14 hari, dengan mengacu konsumsi bulan November sebesar 730.000 kilo liter, uang yang diambil dari masyarakat itu sampai Rp 570 miliar," katanya di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (15/12/2/008).

Nah, dengan pemerintah kembali menurunkan harga BBM mulai hari ini, maka selisih harga yang bisa dikantongi pemerintah secara total pada bulan ini mencapai Rp 850-900 miliar.

"Padahal pemerintah itu tidak boleh mengambil untung, pemerintah tidak boleh dagang dengan rakyat karena subsidi," katanya.

Sedangkan untuk bulan depan, penyesuaian harga seharusnya menggunakan acuan bulan ini dimana MOPS terpangkas menjadi hanya US$ 91,87 sen per galon. Jika dikalikan kurs Rp 11.663/US$ dan ditambah alpha, maka harga keekonomiannya Rp 3.085 per liter.

"Kalau Januari tahun depan harga jual Premium tetap Rp 5.000 per liter, maka selisihnya menjadi Rp 1.200 per liter," tambahnya.

Jika selisih sebesar ini dikalikan konsumsi per bulan yang mencapai 1,6 juta kilo liter, maka selisih yang dikantongi pemerintah mencapai Rp 1,9 triliun.

"Ini uang yang tidak sah karena diambil dari rakyat yaitu BBM subsidi, kecuali BBM Pertamax. Prinsipnya premium tidak boleh untung, tidak boleh ada uang diambil dari rakyat jadi ada dugaan pelanggaran UU," katanya.

Menurut Tjatur, seharusnya harga premium bisa turun lagi menjadi Rp 3.500 per liter. Jika tahun depan harga premiun tidak turun, maka pemerintah bisa dikatakan melanggar UU.

"Tahun depan, dengan melihat sekarang. Harga premium itu harus Rp 3.500, kalau di atas itu melanggar UU," katanya.


Warning
jangan jadi Pr*V*K*T*R ya!(forum ini bukan untuk menjelek-jelekan atau merendahkan seseorang atau organisasi manapun termasuk P*M*R*N*A*)
Lebih baik Tidur dari pada Bingung

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
16-12-2008, 15:35
Post: #20
 
ampun Juragan..

aspirasi rakyat Indo koq
reply




Contact Uswww.himpala.comReturn to TopReturn to ContentMobile VersionRSS Syndication