|
Liberty Or Death
|
|
03-06-2009, 09:41
|
|||
|
|||
|
PRESIDEN: SOAL AMBALAT TIDAK ADA KOMPROMI
Jeju Korsel - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kembali bahwa soal batas negara antara Indonesia - Malaysia di perairan pulau Ambalat sudah tidak bisa dikompromikan karena wilayah itu jelas milik Indonesia. "Bahwa apa yang diklaim oleh Malaysia tidak bisa kita terima karena Indonesia yakin itu wilayah Indonesia. Sejengkal daratan ataupun wilayah laut kalau itu wilayah Indonesia harus kita pertahankan tidak ada kompromi dan toleransi karena itu harga mati," kata Presiden sebelum meninggalkan Jeju Korsel, Selasa. Namun untuk menegakkan kedaulatan itu, lanjut Presiden tidak harus mengobarkan peperangan apalagi Indonesia dan Malaysia adalah anggota Asean yang hubungannya diatur dalam Piagam Asean. "Ada diplomasi, ada penyelesaian secara damai, jadi jangan hanya beretorika supaya dianggap pemimpin yang berani terus mengobarkan perang di mana-mana," katanya. Presiden menjelaskan, persoalan batas wilayah di Ambalat sudah terus dibicarakan antara kedua negara dan pemerintah Indonesia sudah mendorong segera dilanjutkan secara intensif perundingan mengenai batas wilayah di sekitar Ambalat. "Jadi saya tegaskan sekali lagi kapada seluruh rakyat bahwa posisi kita jelas yang diklaim itu adalah wilayah Indonesia dan kita tidak bisa menerima dan wilayah itu kita jaga. Kita lanjutkan negosiasi," katanya. Dijelaskan Presiden, sejak masalah batas wilayah Ambalat ini muncul dua tahun lalu dirinya sudah menginstruksikan agar TNI terus melakukan operasi pengamanan wilayah ada atau tidak ada pelanggaran oleh kapal-kapal perang Malaysia. "Sekarang ada enam kapal perang dan tiga pesawat udara dari TNI AL. Barangkali pihak Malaysia mengklaim tempat itu bisa saja dia patroli tapi ketika memasuki wilayah kita, jelas kita halau dan itu yang kita lakukan kemarin," katanya. Presiden mengharapkan persoalan yang sudah dalam tahapan perundingan tingkat menteri ini seharusnya tidak diganggu dengan adanya pelanggaran batas oleh kapal-kapal perang Malaysia. "Ketika memasuki wilayah kedaulatan sudah tidak ada kompromi. Kita dengan Malaysia dan Singapura jika ada masalah mengenai lagu, batik, reog itu bisa selesaikan dengan pendekatan yang tepat, tetapi kalau kedaulatan tidak bisa. Meski saudara dekat, tetangga baik, kedaulatan adalah kedaulatan karena itu adalah eksistensi negara," kata presiden tegas. Sumber: DEPARTEMEN PERTAHANAN RI. ---------------------------------------------------- My Opinion: Berpendapat atau beropini adalah sah-sah saja, tapi tidak bisa kita pungkiri bahwa yang memegang otoritas status keamanan itu adalah pemimpin puncak yaitu Presiden tentunya di bantu oleh para Petinggi Militer/TNI. Kalkulasi pemetaan kekuatan militer juga menjadi faktor pertimbangan untuk pengambilan keputusan tersebut. Dan juga konswekensi apa yang akan di tanggung oleh negara khususnya masyarakat jika timbulnya perang. Memang benar jika kita menelaah perjuangan para pejuang kita dahulu itu ketika berperang melawan penjajah minim dalam hal persenjataan, tetapi jangan lupa bahwa kita juga bermain dalam dunia internasional melalui pahlawan diplomasi seperti KH. Agus Salim dan lainnya, inilah sebagai bukti bahwa kita adalah negara yang santun, menanamkan pendekatan intelektual dalam berhubungan dengan negara lain di bandingkan dengan cara kekerasan seperti halnya yang di lakukan imperialis Belanda. Mungkin benar atau tidak, jika memang ini adalah suatu bentuk provokasi yang di lakukan Malaysia, jika kita menelan mentah-mentah provokasi tersebut maka akan sia-sialah pendekatan Diplomasi Tingkat Menteri yang di inginkan oleh pihak Indonesia. CMIIW. :smile: ![]() |
|||
|
03-06-2009, 10:37
|
|||
|
|||
free your mind, but don't loose it ![]() |
|||
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Portal
Forums
Google Maps
TV Online
Search
Member List
Calendar
Help

![[Image: 1-2.jpg]](http://i424.photobucket.com/albums/pp322/kamso/1-2.jpg)
![[Image: th_ganja-3.gif?t=1280538916]](http://i620.photobucket.com/albums/tt282/ashadi_01/th_ganja-3.gif?t=1280538916)