Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
MENGENAL JAMUR PENCABUT NYAWA
29-11-2008, 11:33
Post: #1
MENGENAL JAMUR PENCABUT NYAWA
Karena banyaknya misteri yang menyelimuti sang jamur, sebaiknya kita
memang tidak mudah tergoda pada bentuk fisiknya yang beraneka ragam
atau kelirnya yang berwarna-warni. Jamur lapangan atau jamur liar,
pada umumnya lebih banyak diidentifikasi sebagai jamur beracun. Lalu,
bagaimana cara membedakan jamur layak makan dan jamur mematikan?

Apakah bentuk, warna, atau tempat tumbuhnya dapat dijadikan acuan
untuk menentukan suatu jenis jamur beracun atau tidak? Jawabnya, ya.
Meski harus diakui, sampai saat ini, melihat dari sisi penampilan saja
belum cukup, apalagi jika dijadikan acuan untuk membedakan tingkat
keamanan sebuah jamur. Cara ini juga tidak dapat menjadi pedoman yang
harus dipercaya 100%, ketika kita menemukan jamur jenis baru di
pekarangan atau saat berkemah di tengah hu-tan, misalnya.

Namun setidaknya, masih ada filter yang dapat mencegah masuknya racun
jamur ke dalam perut. Dari beberapa panduan sederhana yang biasa
digunakan oleh para penjelajah hutan, misalnya, atau adopsi dari mata
ajaran survival para calon prajurit pasukan elite di luar maupun dalam
negeri, terungkap adanya beberapa pedoman yang dapat dijadikan bekal
dalam menghadapi racun jamur.

Menurut "mata pelajaran" itu, jenis jamur beracun pada umumnya
memiliki warna cukup mencolok mata. Misalnya, merah darah, hitam,
cokelat, hijau tua, biru tua, dan sejenisnya. Sebaliknya, menurut
teori ini, jamur-jamur berwarna terang tergolong ke dalam kelompok
yang dapat dimakan.

Namun, teori warna ini juga ada pengecualiannya. Sepanjang pengetahuan
para ahli, jamur shiitake ternyata tidak mengandung racun, padahal ia
berwarna cokelat. Begitu juga dengan sejumlah jamur berkulit terang,
di kemudian hari ternyata diketahui mengandung racun.

Jamur beracun biasanya juga memiliki ciri lain, yaitu berbau busuk
akibat senyawa sulfida di dalamnya.Jamur beracun juga mengandung
senyawa sianida yang membuat beragam serangga atau binatang kecil
lainnya kalau bisa jangan menclok di situ. Gampangnya, kalau lalat dan
kawan-kawannya saja menjauh, masak kita mau mendekat, bahkan
mengolahnya menjadi santapan makan malam?

Ciri lainnya, jika jamur beracun dikerat, kemudian dilekatkan dengan
benda yang terbuat dari perak asli (pisau, sendok, garpu, atau
cincin), pada permukaan benda-benda itu akan muncul warna hitam
(karena sulfida) atau kebiruan (karena sianida). Cara ini lumayan
efektif jika kita cuma punya sedikit waktu untuk menentukan suatu
jamur beracun atau tidak saat sedang berkemah atau mendaki gunung,
misalnya.

Namun, kalau punya waktu panjang dan mau sedikit repot, tips
turun-temurun dari sejumlah desa di Nusantara ini layak dicoba. Untuk
memastikan ada tidaknya racun, kita masak atau pepes saja jamur yang
dicurigai bersama nasi putih. Jika warna nasi berubah menjadi cokelat,
kuning, merah, atau hitam, besar kemungkinannya jamur itu beracun.
Keruan, bukan cuma jamurnya yang harus dihindari, nasinya pun tak
boleh disantap lagi.(CMIIW)
Sumber : Catatan Harian Emak gw

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
Add Thank You reply
29-11-2008, 11:38
Post: #2
 
Nice Post Gan Suit
reply




Contact Uswww.himpala.comReturn to TopReturn to ContentMobile VersionRSS Syndication