|
Pendaki Bandel di ciremai
|
|
25-05-2009, 14:53
|
|||
|
|||
|
Pendaki Bandel di ciremai
Minggu, 24 Mei 2009 | 06:30 WIB
Sebanyak tujuh pendaki gunung asal Bekasi Timur dilaporkan tersesat di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sejak Sabtu (23/5). Dari hasil kontak terakhir Sabtu malam, mereka dalam kondisi tanpa makanan, korek api, dan salah satu di antara mereka cedera berat karena terjatuh dari jurang. Belum diketahui nama-nama para pendaki tersebut. Menurut Muhtadin Nafari, Kepala Taman Nasional Gunung Ciremai, mereka tidak terdaftar dalam izin pendakian atau menjadi pendaki gelap. "Kami masih bisa kontak mereka karena telepon genggam mereka masih bisa dipakai. Tetapi kami khawatir baterai mereka tak mencukupi sampai hari Minggu ini," kata Muhtadin. Mereka diperkirakan berada di area Sanggabuana di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan tanah. Namun, dipastikan, mereka tidak berada di jalur pendakian karena tak bisa menemukan penanda apa pun di jalan. Tim penyelamat, menurut Muhtadin, sudah mulai bergerak ke lokasi tempat mereka tersesat, sejak Sabtu pukul 20.30 malam. Namun, untuk menjangkau daerah tersebut butuh waktu sekitar tujuh hingga delapan jam. |
|||
|
25-05-2009, 14:54
|
|||
|
|||
|
Lanjut di menit berikutnya
Minggu, 24 Mei 2009 pukul 17:19:00
Tujuh orang pendaki tersesat di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan. Hingga kini, belum diketahui nasib ketujuh pendaki tersebut. Tim penyelamat masih berupaya melakukan pencarian terhadap mereka. Adapun para pendaki itu, yakni Didi Kusmana, warga Rawa Aren, Bekasi. Dia merupakan ketua regu pendakian. Sementara anggota pendakian terdiri dari Widhi dan Darso, warga Tambun Bekasi, Abdul Hatni dan Gembong, warga Bekasi Timur; serta Fredi. Selain itu, anggota lainnya bernama Iwan, warga Durenjaya Bekasi Timur. Berdasarkan kontak terakhir dengan petugas dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Iwan terjatuh ke dalam jurang dan mengalami luka parah. Ketujuh pendaki itu diperkirakan menaiki Gunung Ciremai melalui jalur Palutungan pada Jumat (22/5) siang dan tersesat pada malam harinya. Pasalnya, petugas dari TNGC sudah mendapatkan laporan mengenai peristiwa yang menimpa para pendaki tersebut pada Sabtu (23/5). Kepala TNGC, Muhtadin Nafari, menjelaskan, ketujuh pendaki itu tidak memiliki izin pendakian. Dia mengatakan, para pendaki tersebut hanya membeli tiket dari Perum Perhutani untuk berkemah. Untuk mendaki, para pendaki harus membeli karcis khusus dan dipandu oleh pemandu lokal,â kata Muhtadin, Ahad (24/5). Muhtadin mengungkapkan, ketujuh pendaki diketahui hanya membawa sleeping bed dan satu buah tenda. Selain itu, para pendaki sudah kehabisan perbekalan makanan. Kami khawatir dengan kondisi Iwan (korban yang jatuh ke jurang, red). Selain terluka parah, Iwan juga baru sembuh dari penyakit thypus, tutur Muhtadin. Menurut Muhtadin, hingga Sabtu (23/5) malam, pihaknya masih bisa berkomunikasi dengan para pendaki melalui telefon genggam. Namun, baterai dari telefon genggam milik pendaki diperkirakan habis sehingga komunikasi tidak bisa lagi dilakukan. Muhtadin menjelaskan, para pendaki terakhir kali diketahui di blok Sanggabuana pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Pada ketinggian tersebut, sambung dia, tidak terdapat mata air dan para pendaki pun dipastikan tidak berada di jalur pendakian. Kami sudah membentuk tim penyelamat gabungan untuk mencari mereka, tandas Muhtadin. Muhtadin mengatakan, tim gabungan terdiri dari tiga regu, yakni tim penyelamat yang membawa perbekalan makanan, tim penjemput, dan tim pemandu. Untuk tim penyelamat, imbuh dia, telah berangkat menuju lokasi para pendaki sejak Sabtu (23/5) sekitar pukul 22.30 WIB. Diperkirakan butuh waktu delapan jam pendakian untuk mencapai tempat tersebut. Sementara itu, tim penjemput telah berangkat pada Ahad (24/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Jika tim tersebut berhasil membawa pulang para pendaki, maka mereka akan dijemput oleh tim pemandu pada ketinggian 1000 meter untuk selanjutnya dibawa turun. Salah seorang anggota tim gabungan, Maman, proses pencarian terhambat buurknya cuaca di Gunung Ciremai. Sejak Sabtu (23/5) malam, kawasan Gunung Ciremai diguyur hujan. Sementara itu, hingga pukul 16.30 WIB, tim gabungan belum memperoleh kepastian mengenai titik lokasi keberadaan para pendaki. Namun, upaya pencarian masih terus dilakukan. |
|||
|
25-05-2009, 15:18
|
|||
|
|||
Quote:Originally posted by nob1t4 Bener-bener bandell, kasihan juga kalau udah beginih. ![]() |
|||
|
25-05-2009, 15:58
|
|||
|
|||
|
biarin aja lah.................
pelajaran buat kamu2 ya ![]() ![]() ![]()
|
|||
|
25-05-2009, 18:55
|
|||
|
|||
|
beritanya mereka dah ditemukan di goa walet. keabisan bekal...
free your mind, but don't loose it ![]() |
|||
|
25-05-2009, 18:56
|
|||
|
|||
|
kalo gw perhatiin, rata2 pendaki2 dari bekasi bermasalah ye...
free your mind, but don't loose it ![]() |
|||
|
26-05-2009, 09:50
|
|||
|
|||
|
Berita Kancutan
Senin, 25 Mei 2009 14:53 WIB
KUNINGAN - Pencarian tujuh pendaki Gunung Ciremai yang tersesat, masih terus dilakukan oleh tim SAR dari Balai Taman nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuningan, Polres Cirebon dan aktifis lingkungan serta aparat desa. Ketujuh pendaki, Fredy, 27, warga Gempol Kabupaten Cirebon, dan Widi, 36, warga warga Tambun Bekasi, Iwan, 37, warga Duren Jaya, Didi Rusmana ,27, warga Rawa Aren, Darso 35 warga Tambun, Abdul Hatni ,30, warga Aren Jaya, dan Gembong ,27, warga Bekasi. Proses pencarian melibatkan anggota Brimob Detasemen C Polda Jabar, 8 anggota Tagana Jakara serta 4 anggota Tramp itu, yakni dengan menyapu (menyisir) empat titik pendakian di antaranya Linggarjati Kuningan, Palutungan Kuningan, Apuy Majalengka dan Sadarehe Majalengka. Yudi Kusnandar, salah seorang anggota tim pencari, mengungkapkan, dia mendapatkan kabar jika dua dari tujuh pendaki yakni Fredy dan Widi berhasil ditemukan di kawasan Pasanggarahan, Palutungan pada posisi ketinggian 2200-2400 meter diatas permukaan laut (dpl). Sat ditemukan, lanjut Yudi, kedua pendaki ini sudah kehabisan perbekalan Fari keterangan dua pendaki yang ditemukan itu,diketahui kelima temannya masing-masing Iwan, Didi Rusmana, Darso, Abdul Hatni dan Gembong, berada di kawasan Sanggabuana pada posisi ketinggian 2700 dpl, ujarnya saat ditemui di Pos Pendakian Gunung Ciremai (PPGC) Linggarjati, Senin (25/5). Dikatakan Yudi, kabar tentang tersesatnya pendaki itu diterima LSM Alami pada Sabtu malam. Mengenai rute atau medan untuk mengevakuasi kelima pendaki yang berada di kawasan Sanggabuana, bisa membutuhkan waktu hingga 8 jam untuk mencapai lokasi yang dimaksudkan tersebut. Medannya cukup sulit dan butuh waktu 8 jam, kata Unang Suwarman, Kepala Bagian Tata Usaha Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), hingga berita ini diturunkan proses pencarian masih dilakukan. |
|||
|
26-05-2009, 09:52
|
|||
|
|||
Quote:Originally posted by ace Bandel Sih
|
|||
|
26-05-2009, 23:58
|
|||
|
|||
|
Kurang di bimbing tuh
![]() |
|||
|
27-05-2009, 14:52
|
|||
|
|||
Quote:Asli dikirim oleh Saikulkayaknye die gak punya tatib tuh
free your mind, but don't loose it ![]() |
|||
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Portal
Forums
Google Maps
TV Online
Search
Member List
Calendar
Help



![[Image: 1-2.jpg]](http://i424.photobucket.com/albums/pp322/kamso/1-2.jpg)

![[Image: th_ganja-3.gif?t=1280538916]](http://i620.photobucket.com/albums/tt282/ashadi_01/th_ganja-3.gif?t=1280538916)