Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Touring to TN.Gn.Halimun - Cikaniki [20 - 22 Feb 2009]
07-02-2009, 12:03
Post: #1
Touring to TN.Gn.Halimun - Cikaniki [20 - 22 Feb 2009]
Sekilas Cikaniki
Manusia memiliki keterbatasan dalam menikmati tamasya di puncak pepohonan apabila dibandingkan dengan beberapa jenis satwa primata, serangga dan unggas. Tetapi, manusia memiliki keunggulan akal budi yang membuatnya mampu mengatasi keterbatasan alamiah tersebut.

Sentuhan teknologi yang bersumber dari akal budi, membuat manusia mampu menciptakan jembatan tajuk (canopy brigde) di tengah hutan belantara, yang memungkinkan manusia untuk menikmati, mengamati dan meneliti kehidupan di atas pepohonan. Dari atas jembatan tajuk, seseorang dapat mengamati kehidupan burung-burung, satwa primata, ulat dan berbagai perilakunya termasuk ekologi yang letaknya puluhan meter dari atas permukaan tanah.

Pusat Penelitian Cikaniki yang berada di dalam lingkungan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) di Jawa Barat memiliki fasilitas Jembatan Tajuk yang dibangun setinggi 25-30 meter dari permukaan tanah, menghubungkan lima pohon dan membentang sepanjang 100 meter.

Fasilitas Jembatan Tajuk itu dibangun atas bantuan dari Lembaga Kerjasama Internasional Jepang (JICA) dan TNGH pada tahun 1997, semula untuk kepentingan penelitian ilmiah terhadap serangga, burung dan makhluk primata.

Penyebaran flora dan fauna di hutan hujan tropis sangat bervariasi antara tumbuhan dan satwa di permukaan tanah dan di puncak pepohonan, sehingga sarana jembatan tajuk seperti ini amat berguna untuk para peneliti. Pengunjung biasanya dipandu dalam kelompok kecil, maksimal lima orang untuk bersama-sama berada di jembatan tajuk yang berkerangka besi, berlantai kayu dan berpagar tali-temali yang dikokohkan oleh pilar hidup berupa lima pohon rasamala.

Seperti kawasan hutan hujan tropis lainnya, Pusat Penelitian Cikaniki hampir setiap hari diguyur hujan, khususnya pada bulan Oktober hingga April. Pada waktu tersebut panorama hutan semakin cantik oleh curahan air hujan yang membasahi seluruh pohon, tanaman dan jalan. Jika di bagian puncak pepohonan tersedia jembatan tajuk, maka di daratan tersedia jalan setapak (loop trail) sepanjang 1,8 km yang merupakan laboratorium ”hidup” hutan hujan tropis.

Jalan setapak menembus hutan ini kaya akan berbagai tumbuhan dan satwa khas hutan hujan tropis di dataran tinggi (500 hingga 1.900 di atas permukaan laut) yang menyediakan pohon-pohon dengan ketinggian bervariasi seperti perdu, pohon rendah dengan ketinggian antara 5-10 meter, sedang dengan ketinggian 10-25 meter dan yang tertinggi di atas 25 meter.

Beraneka bunga anggrek menutupi bagian dasar hutan juga jamur yang dapat mengeluarkan sinar, tanaman carnivora ”kantung Semar” juga rumah semut dan rayap-rayap yang menggerogoti batang pohon yang tumbang. Pohon tua yang tumbang biasanya dibiarkan secara alamiah mengurai lewat pembusukan dan pemusnahan ekologis lainnya, layaknya peraturan dalam suatu taman nasional dan hutan lindung.

Label, jaring dan kantong-kantong penelitian tersebar di berbagai sudut, terselip pada ranting, terjepit pada dedaunan dan dilengkapi papan penanda jarak yang terpancang teratur setiap 100 meter, makin mengentalkan pesan para pengunjung bahwa hutan itu merupakan laboratorium alam. Pengunjung harus tertib menyusuri jalan dan tidak diperkenankan keluar jalur demi keamanan diri sendiri maupun keamanan flora-fauna setempat.

Para pemandu biasanya menghibur pengunjung dengan pengetahuan-pengetahuannya, mengajak pengunjung untuk mengamati rumah semut, mencoba beberapa lembar daun yang bisa dimakan dan bahkan mencoba menggunakan ”obat tetes mata” dari air yang keluar dari ranting bambu ”cangkore”.

Kicau burung yang bersahut-sahutan juga merupakan daya tarik tersendiri bagi peminat yang ingin mengamati aneka burung karena di TNGH terdapat 244 jenis burung termasuk Elang Jawa yang kini menjadi satwa langka. Jalan setapak tersebut akan berakhir di mulut desa Citalahab, salah satu kantong pemukiman di TNGH yang dihuni oleh 16 kepala keluarga.

Mereka adalah pemukim yang sejak dulu telah menghuni kawasan tersebut sebelum ditetapkan menjadi Taman Nasional. Penduduk tersebut mencari nafkah dengan bercocok tanam dan beternak di kawasan terbatas yang berada di sekitar pemukiman mereka dan beberapa di antaranya telah mengikuti pelatihan untuk menjadi pemandu wisata dan pembantu tugas penelitian.

Kunjungan wisatawan memang merupakan dilema, di satu sisi mereka dinanti-nanti oleh para pemandu selain untuk memberi tambahan penghasilan juga merupakan hiburan dari rutinitas harian di tempat yang sunyi tersebut, tetapi mereka juga tidak berharap agar jumlah wisatawan tidak terlalu banyak.

Cikaniki bisa ditempuh melalui Kecamatan Kabandungan di Sukabumi, sekitar 2,5-3 jam dari Jakarta dengan kendaraan bermotor. Jalan raya sampai dengan Kabandungan cukup baik dan tersedia kendaraan angkutan umum, namun ketika memasuki kawasan Taman Nasional, jalan yang tersedia berupa jalan berbatu sepanjang 28 km hanya dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau sewaan jenis jip lebih disarankan.

Para pengunjung wajib membeli tiket masuk dan ongkos jasa pemandu dengan pilihan menikmati jalan-jalan ke air terjun, jalan setapak dan jembatan tajuk serta fasilitas menginap di Cikaniki atau di Citalahab. (rn)

Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Jl. Raya Cipanas – Kabandungan,
PO BOX 02 Parung Kuda – Sukabumi
Telp/fax : 0266 – 621256/621257
Website : http://www.tnhalimun.go.id

Source :paketrupiah .com

Tolong tambahin ya.....[Image: mumet.gif]

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
Add Thank You reply
09-02-2009, 13:27
Post: #2
 
Additional :

Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) berada di tengah Jawa bagian barat. Wilayah tersebut terletak di dalam 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Lebak. TNGH mempunyai wilayah seluas 40.000 ha dengan ketinggian pada 500-1929 meter di atas permukaan laut.

Sebagian besar hutan di TNGH berada pada ketinggian 1000-1400 m di atas permukaan laut. Jadi sebagian hutannyatipe sub-montane yang didominasi oleh pohon-pohon raksasa jenis rasamala (Altingia excelsa), puspa (Schima walichii) dan jati (Lithocarpus spp.). Puncak Gunung Halimun sendiri berada pada ketinggian 1.929 m di atas permukaan laut, sehingga selalu ditutupi oleh halimun (kabut, bahasa Sunda). Beberapa puncaknya yaitu Gn. Halimun Utara, Gn. Kendeng, Gunung Botol, Gn. Sangga Buana, Gn. Andam, dan Gn. Halimun Selatan.


Taman Nasional Gunung Halimun diresmikan sebagai sebuah taman nasional pada tahun 1992. Taman Nasional ini adalah yang terbaik dan satu-satunya yang mempunyai hutan lengkap di Pulau Jawa. Hewan-hewan langka yang dapat dilihat di TNGH adalah owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), macan tutul (Panthera pardus), dan elang jawa (Spizaelus barteisi).


TNGH dapat dikunjungi oleh umum dengan meminta izin terlebih dahulu kepada: Balai Taman Nasional Gunung Halimun JIn. Raya Cipanas-Kecamatan Kabandungan Sukabumi Telepon : 266-621256 Fax : 266-621257 Surat : Kotak Pos 2, Parung Kuda Sukabumi 43157. Setelah kontak diperoleh pengunjung dapat meminta keterangan secara lengkap dari Balai TNGH mengenai: Tarif masuk, peraturan yang harus ditaati, barang-barang yang harus dibawa dan yang dilarang untuk dibawa, jalan masuk, fasilitas dll.

Untuk menuju Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) dapat di tempuh dari tiga pintu masuk yakni dari sebelah utara Leuwijamang, dari sebelah timur Pangguyangan, atau dari Kabandungan dimana terdapat kantor pusat TNGH. Terdapat akomodasi berupa wisma tamu yang memang disediakan untuk pengunjung yang ingin berwisata ke taman nasional. Di samping itu ketiga pintu masuk tersebut dapat diakses mobil.

Dari Jakarta menuju arah Sukabumi turun di Parungkuda yang terletak tiga kilometer sebelum Cibadak, Sukabumi. Di sini terpampang papan petunjuk Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH). Dari Parungkuda dilanjutkan ke Kabandungan, sejauh 30 kilometer, melalui jalan aspal mulus. Sepanjang perjalanan terdapat perkebunan kelapa, perkebunan teh, perkebunan rakyat, dan perkampungan. Dari terminal Parung Kuda terdapat kendaraan umum yang menuju Cipeuteuy. Setelah itu pengunjung harus menggunakan ojek sampai ke Cikaniki atau Citalahab.

Kabandungan ialah desa di mana kantor pusat TNGH berada, sekaligus merupakan salah satu pintu masuk ke taman nasional ini. Di kantor taman nasional ini kita dapat mengurus keperluan administrasi seperti tiket masuk dan sebagainya (bagi yang sudah melakukan reservasi, konfirmasikan kedatangan Anda). Namun, yang sangat penting adalah mendapatkan informasi yang sangat lengkap. Di kantor pusat Kabandungan, kita dapat melihat foto obyek yang ada di seluruh bagian taman nasional, maket tiga dimensi, dan juga video.

Perjalanan dimulai menuju Cikaniki sejauh 18 kilometer ditempuh dengan mobil selama lebih kurang dua jam. Jalan aspal hanya sampai Cipeuteuy, karena seterusnya pengunjung harus harus melewati jaln berbatu. Pengunjung umum biasanya meneruskan perjalanan ke Citalahab yang tidak terlalu jauh dari Cikaniki. Di Citalahab tersedia "guest house" yang bisa digunakan oleh pengunjung, terdapat juga bumi perkemahan.

Cikaniki (950 meter dpl) adalah sebuah stasiun penelitian dan di tempat ini juga terdapat wisma tamu. Lokasinya di tengah hutan, namun dilengkapi fasilitas modern. Diawali dengan persawahan, jalan kemudian mendaki sedikit dan masuk hutan. Suasana berganti menjadi teduh, hijau, dan sejuk. Di dalam hutan ini kita melalui sebuah kawasan habitat owa jawa (Hylobates moloch), yaitu sejenis kera berwarna abu-abu yang sudah cukup langka saat ini. Dalam perjalanan ini kita akan menjumpai beberapa sungai kecil yang jernih airnya.

Wisma tamu Cikaniki sendiri merupakan bangunan yang memiliki empat kamar tidur, satu dapur, serta kamar mandi. Di wisma ini juga disediakan sebuah ruang makan. Anda harus membawa bahan makanan sendiri. Untuk memasaknya bisa dimintakan kepada tukang masak yang ada. Adapun gas, peralatan masak dan peralatan makan sudah disediakan.


Selanjutnya kita dapat menengok Sungai Cikaniki yang indahnya luar biasa. Sungai kecil dengan air sangat jernih dan bebatuan alam. Keasliannya sangat terjaga. Nyaris tidak ada tanda-tanda sentuhan manusia. Kemudian kita dapat mengunjungi Curug Macan (dahulu merupakan salah satu habitat macan tutul Panthera pardus). Sebuah air terjun kecil yang juga sangat indah. Airnya berasal dari sebuah sungai yang berada di atas Sungai Cikaniki. Lokasi air terjun ini hanya sekitar 300 meter dari wisma tamu. TNGH memang terkenal menyimpan beragam air terjun yang indah. Beberapa yang lain di antaranya Air Terjun Piit, Walet, Cikudapaeh, Cihanjawar, Ciberang, dan Citangkolo.

Kegiatan lain adalah canopy walk, yaitu berjalan di sebuah jalan atau jembatan yang melintas dari satu pohon ke pohon lainnya dengan ketinggian 30 meter dari permukaan tanah. Jalan ini terikat kawat baja ke batang-batang pohon besar yang telah berusia ratusan tahun. Jembatan ini agak berayun sedikit pada waktu kita berjalan. Cukup mendebarkan juga, tetapi tetap mengasyikkan. Dengan berada di atas kanopi, kita dapat menikmati pemandangan dengan perspektif berbeda. Mungkin sama dengan aneka satwa yang hidup di atas pohon. Canopy walk ini juga melintas di atas Sungai Cikaniki.

Kegiatan menarik lainnya adalah berjalan masuk hutan. Untuk itu telah dibuat sebuah jalan setapak yang disebut loop trail, yang panjangnya 3,8 kilometer dan dilengkapi papan petunjuk serta shelter. Sepanjang loop trail ini, pengunjung dapat menikmati suasana hutan yang masih asli dengan beraneka makhluk hidup yang ada di dalamnya. Bila Anda beruntung, Anda bisa bertemu dengan owa jawa, kera berbulu abu-abu.

Selanjutnya kita dapat pergi ke Kebun Teh Nirmala. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari wisma tamu. Di sini kita dapat menikmati pemandangan luas berupa hamparan hijaunya perkebunan teh serta gunung yang berada di taman nasional ini. Di samping pemandangan yang indah, Kebun Teh Nirmala ini juga baik untuk pengamatan elang jawa. Burung ini sudah cukup langka, namun masih relatif mudah dijumpai di TNGH. Terdapat sejenis jamur yang berpendar pada malam hari, seperti lampu hias. Sungguh indah dan luar biasa.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju Gunung Botol. Dari Cikaniki atau dari Citalahab perjalanan dilanjutkan dengan melalui perkebunan Nirmala hingga di Pasir Banten. Dari Pasir Banten sampai ke Gunung Botol perjalanan harus dilakukan dengan jalan kaki.

Source : merbabu.com

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
23-02-2009, 11:57
Post: #3
 
Hasil jepretannya...(Hari Pertama)

Istirahat di kntor TNGHS(Kabandungan)
[Image: CIMG1281.jpg]
[Image: CIMG1280.jpg]

Melihat Maket TNGHS
[Image: CIMG1291.jpg]

Registrasi,tapi tetep narsis
[Image: CIMG1285.jpg]

Pagi di Cikaniki
[Image: CIMG1335.jpg]

Diskusi
[Image: Edit9.jpg]

Narsis sblm bobo
[Image: CIMG1348.jpg]

Hobi Membaca
[Image: CIMG1364.jpg]

[Image: CIMG1368.jpg]

Lanjuttt.......

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
23-02-2009, 12:05
Post: #4
 
Lanjutannya....(Hari Pertama)

Diskusi sblm melakukan perjalanan(guest Hause)
[Image: CIMG1330.jpg]

Perjalanan di mulai(ke Sentral Citalahab)
[Image: Edit3.jpg]

Bumi perkemahan Citalahab
[Image: CIMG1321.jpg]

Suasana di sentral Citalahab
[Image: CIMG1308.jpg]

[Image: CIMG1305.jpg]

[Image: CIMG1316.jpg]

[Image: CIMG1320.jpg]

[Image: CIMG1314.jpg]

[Image: Edit1.jpg]


Ntar lanjutt lagi......

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
23-02-2009, 12:20
Post: #5
 
Hari kedua....

[Image: CIMG1402.jpg]

[Image: CIMG1406.jpg]

[Image: CIMG1398.jpg]

[Image: CIMG1397.jpg]

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
23-02-2009, 12:25
Post: #6
 
Lanjutannye.....(Hari Kedua)

Di ajak jalan Oleh tetangga
[Image: CIMG1409.jpg]

Rumah Pohon
[Image: CIMG1377.jpg]

[Image: CIMG1375.jpg]

Bersama Jagawana
[Image: CIMG1423.jpg]

Ngintip apa B A B
[Image: CIMG1422.jpg]

Canopy Trail / Jembatan Biru
[Image: CIMG1384.jpg]

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
23-02-2009, 12:35
Post: #7
 
Lanjut lagi(Hari Kedua)

Sungai Cikaniki
[Image: CIMG1425.jpg]

[Image: CIMG1427.jpg]

[Image: CIMG1440.jpg]

[Image: CIMG1437.jpg]

[Image: CIMG1443.jpg]

[Image: CIMG1453.jpg]

[Image: Edit8.jpg]

[Image: Edit5.jpg]

[Image: Edit4.jpg]

[Image: CIMG1456.jpg]

[Image: Edit7.jpg]

[Image: CopyofCIMG1467.jpg]

Tunggu lanjutannya ya.......

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
23-02-2009, 17:40
Post: #8
 
foto sayah d masukin lagi omzzzzzz
reply
23-02-2009, 18:08
Post: #9
 
MantabMantabMantabMantabMantabMantab
reply
23-02-2009, 18:10
Post: #10
 
inilah tarzan - tarzan cikaniki........
reply




Contact Uswww.himpala.comReturn to TopReturn to ContentMobile VersionRSS Syndication