Quote:Tawuran Mahasiswa : Menyakitkan Hati Rakyat Tak Mampu
.
Oleh linda - 5 Juni 2009 - Dibaca 298 Kali -
Tawuran kembali terjadi. Bukan diselenggarakan oleh anak-anak ingusan berseragam celana pendek SMP maupun anak-anak remaja SMU, melainkan oleh siswa yang sudah dianggap Maha. Ya, mahasiswa lah yang tawuran Kamis sore tadi. Sampai malam, pesta berantem antara mahasiswa UKI dan YAI semakin seru. Apalagi kobaran api menyulut ke mana-mana ke gedung sekolah. Hebat, dan dasyat sekali!
Tawuran yang ganas ini sungguh amat memalukan. Orang-orang yang ternyata berbibit garang, sadis, tak berbudi, ternyata memiliki harta bom molotov di kantongnya. Dan diniatkan pula untuk diletupkan menjadi sebuah kebakaran yang mengenaskan.
Malam tadi, bekas pembantu rumah tangga saya yang sudah tinggal di kampung, mengirim sms kepada saya, agar saya menghubunginya kembali. Maklum, ia memang tak mau membuang pulsa untuk mengobrol dengan eks majikannya.
Lalu katanya, lewat pembicaraan telefon kira-kira begini, Aduh Ibu
. saya, suami,anak-anak di rumah melongo lihat sinetron api di sekolahan Jakarta. Kayak sinetron ya bu? Kayak yang nggak masuk di akal. Anak saya yang paling tua ini sedih banget bu. Dia bilang, orang Jakarta semua emang kaya dan nggak sayang duit ya? Sudah bagus bisa masuk ke perguruan tinggi, pasti bayarannya mahal sekali. Kenapa kok nggak belajar aja, sampai tamat. Malah berantem kayak anak kecil. Sekolahan dibakar kayak nggak ada harganya. Saya pengen banget jadi mahasiswa tapi bapak ibu nggak mampu bayar uang masuk, apalagi bayaran bulanannya. Coba dituker aja orang-orang yang jadi mahasiswa itu suruh hidup di sawah sini, saya yang berangkat sekolah ke kota. Mahasiswa yang berantem itu nggak mensyukuri nikmat Allah ya bu
??
Saya sungguh terpana mendengar celotehan mantan pembantu saya. Pilu. Betapa ternyata tawuran hebat di jalan Diponegoro yang disiarkan seluruh televisi menimbulkan luka bagi orang-orang di desa. Terutama bagi mereka yang sangat ingin bersekolah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi tapi terpaksa tetap berkutat pada mimpi saja sampai usia beranjak tua.
Tawuran antar mahasiswa UKI dan YAI bagai pembentukan kekejaman tersendiri yang bisa menjadi kekejaman pola hidup di masa mendatang. Mengerikan, memang. Sebegitu hebatnyakah konflik itu terjadi, yang entah penyebabnya apa, sehingga muncul kebencian yang luar biasa, harus saling berbaku hantam dan bakar-bakaran, seolah-olah mereka bukanlah dari satu bangsa yang sama, dan bukan manusia yang memiliki cita-cita yang sama pada keberadaannya di kampus masing-masing
.
Peradaban macam apa ini
??
free your mind, but don't loose it
|