Himpala.com

Full Version: Antara Cinta, Kewajiban dan sebuah Tanggung Jawab
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4
Lama terasa udara yang selalu dirindukan itu dapat kuhirup kembali.
Tak seperti dulu yang begitu dekat dan menjadi bagian dari kegiatan
rutin yang dijalani. Berseda gurau dan bercengkrama dengan alam
menjadi kenikmatan yang tak terkirakan.

Ahhh...terasa kenangan itu menyeruak hebat diantara gemuruh aliran
darah dalam dada, bergolak membangkitkan semangat yang tak pernah
surut. Tak ada yang berubah dan tak ada rasa menyesal untuk tetap
merengkuh keyakinan yang terpatri.

Waktu boleh berganti, namun rasa cinta dan kangen sepertinya tak kan
tergantikan. Perubahan adalah hal yang pasti dan tak bisa dipungkiri,
begitupun dengan diri ini. Saat ini ku tak lagi sendiri mengelana
mencari sebuah pertanyaan yang selalu menghantui. Kali ini aku tak
seorang diri merasakan kenikmatan akan bisik sebuah kebajikan dari
belukar yang sering kulewati.

Tak terasa, saat ini telah hadir pendamping setiaku dalam mengarungi
hidup ini. Dan...seorang bidadari kecilku yang cantik membuat rasa
itu semakin kencang berpacu. Kapan keinginan yang terpendam ini bisa
terjadi?

Oh, betapa indah bayang-bayang yang menari-nari didepan mata ini.
Kulihat keceriaan sebuah kesempurnaan yang mengajarkan sebuah
kecintaan. Ditengah rimbunnya semak belukar, dikelilingi rapatnya
tonggak raksasa yang saling berhimpitan memenuhi seisi jenggala.

Oh...nafas murni yang diberikan alam mungkin akan membawa sebuah
kuncup kehidupan untuk sang tercinta. Betapa bahagianya bila saat-
saat itu bisa kulalui bersama orang terkasih.

Detik demi detik saat-saat itu aku persiapkan. Kucoba untuk
memulainya dalam canda dan tawa. Ingin kuajari dia untuk bisa
merasakan apa yang selama ini menjadi bagian hidupku.

Istriku...ijinkan aku juga alam ini untuk mengajarkan dan .
Menyerap sebuah makna dan hakekat sebuah kehidupan. Yang dulu banyak
keterima disaat kesendirianku bersamanya.

Istriku...tak mesti kau ikuti jejak langkahku, tapi mencoba mencintai
cintaan-Nya bukanlah sebuah kejahatan. Kelak kau akan menyadari dan
mengerti apa yang ingin kusampaikan dari sebuah perjalanan yang
selama ini aku lalui.

Tak ada satu pul hal yang akan sia-sia dari setiap jejak langkah kaki
yang kita ayunkan, selama kesadaran dan keinginan untuk merengkuh
inti sari kehidupan ini.

Semoga kita bisa bersama menikmati keindahan alam dan keagungan dari
hasil karya Yang Maha Sempurna, entah esok atau lusa saat itu akan
kita nikmati bersama.
duh bingung nih mo comment apa ?!?

PaluPalu
Orang gi Curhat....
Quote:Originally posted by bukan pendaki
Orang gi Curhat....

Mkanya gak mo ikut comment Gan

Lanjut gan
makanya di baca dulu.....kayanya ga di baca neh...
amiennn juragan....

mudah2han didengar sama yang maha kuasa curhatannya.

serta diberikan rama dan sinta yang pintar2 ya gan.......Woi
Thanks ya Bang Male......
Quote:Originally posted by bukan pendaki
Lama terasa udara yang selalu dirindukan itu dapat kuhirup kembali.
Tak seperti dulu yang begitu dekat dan menjadi bagian dari kegiatan
rutin yang dijalani. Berseda gurau dan bercengkrama dengan alam
menjadi kenikmatan yang tak terkirakan.

Ahhh...terasa kenangan itu menyeruak hebat diantara gemuruh aliran
darah dalam dada, bergolak membangkitkan semangat yang tak pernah
surut. Tak ada yang berubah dan tak ada rasa menyesal untuk tetap
merengkuh keyakinan yang terpatri.

Waktu boleh berganti, namun rasa cinta dan kangen sepertinya tak kan
tergantikan. Perubahan adalah hal yang pasti dan tak bisa dipungkiri,
begitupun dengan diri ini. Saat ini ku tak lagi sendiri mengelana
mencari sebuah pertanyaan yang selalu menghantui. Kali ini aku tak
seorang diri merasakan kenikmatan akan bisik sebuah kebajikan dari
belukar yang sering kulewati.

Tak terasa, saat ini telah hadir pendamping setiaku dalam mengarungi
hidup ini. Dan...seorang bidadari kecilku yang cantik membuat rasa
itu semakin kencang berpacu. Kapan keinginan yang terpendam ini bisa
terjadi?

Oh, betapa indah bayang-bayang yang menari-nari didepan mata ini.
Kulihat keceriaan sebuah kesempurnaan yang mengajarkan sebuah
kecintaan. Ditengah rimbunnya semak belukar, dikelilingi rapatnya
tonggak raksasa yang saling berhimpitan memenuhi seisi jenggala.

Oh...nafas murni yang diberikan alam mungkin akan membawa sebuah
kuncup kehidupan untuk sang tercinta. Betapa bahagianya bila saat-
saat itu bisa kulalui bersama orang terkasih.

Detik demi detik saat-saat itu aku persiapkan. Kucoba untuk
memulainya dalam canda dan tawa. Ingin kuajari dia untuk bisa
merasakan apa yang selama ini menjadi bagian hidupku.

Istriku...ijinkan aku juga alam ini untuk mengajarkan dan .
Menyerap sebuah makna dan hakekat sebuah kehidupan. Yang dulu banyak
keterima disaat kesendirianku bersamanya.

Istriku...tak mesti kau ikuti jejak langkahku, tapi mencoba mencintai
cintaan-Nya bukanlah sebuah kejahatan. Kelak kau akan menyadari dan
mengerti apa yang ingin kusampaikan dari sebuah perjalanan yang
selama ini aku lalui.

Tak ada satu pul hal yang akan sia-sia dari setiap jejak langkah kaki
yang kita ayunkan, selama kesadaran dan keinginan untuk merengkuh
inti sari kehidupan ini.

Semoga kita bisa bersama menikmati keindahan alam dan keagungan dari
hasil karya Yang Maha Sempurna, entah esok atau lusa saat itu akan
kita nikmati bersama.

FrownFrownFrown
NgakakMantabNgakakMantabNgakakMantab
Eh...monyet.....gunung.......ganggu aja ente...MaluMalu
Pages: 1 2 3 4
Reference URL's