Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Warung Puncak dan Kopi
28-11-2008, 10:45
Post: #1
Warung Puncak dan Kopi
Pengakuan Seorang Teman

Udara dingin menusuk tulang ketika aku berangkat ke Bandung melewati
puncak. Tak sanggup rasanya jaket ini menghangatkan ragaku yang mulai
menggigil kedinginan. Mata ini pun mulai terasa berat, ngantuk
meskipun jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam. Rasanya badan ini
ingin direbahkan saja, karena sudah terasa capai menempuh perjalanan
dari Jakarta yang macet pada sore hari. Tapi kalau aku beristirahat
dan tidur rasanya sayang karena ingin merasakan keindahan
kawasan Puncak, Bogor di malam hari. Karena banyak sekali hiburan
malam di kawasan itu, terasa sayang sekali bila di Puncak terlewatkan
buat bersenang-senang.

Tiap malam terutama malam minggu atau hari libur kawasan Puncak
selalu ramai oleh orang-orang yang entah sekedar refreshing
menghilangkan kejenuhan atau sekedar menikmati suasana puncak yang
memang sejuk dan mengasyikkan. Banyak juga yang kemudian mampir di
warung-warung yang berjejer di pinggir jalan sekedar ngopi, menikmati
ubi atau singkong bakar, dan mungkin juga ada maksud tertentu
"menikmati" segar dan cantiknya neng geulis kawasan Puncak yang
terkenal juga bisa menghidupkan dan menghangatkan suasana Puncak yang
dingin itu.

Menyenangkan juga rasanya, bila malam itu aku berhenti sejenak,
lalu mampir di sebuah warung di pinggir jalan Puncak, kemudian minum
kopi atau teh panas sambil merasakan ubi atau singkong bakar, demikian
pikirku ketika rasa capai dan kantuk mulai menyerang dalam
perjalananku ini. Selanjutnya Pulsyku pun kuparkirkan di
sebuah warung di pinggir jalan raya Puncak Bypass.

"Mau minum apa kang?" tanya seorang perempuan muda kepadaku ketika
baru memasuki sebuah warung. "Minum kopi saja neng" jawabku sambil
mengamati keadaan warung. Semua warung di Puncak memang memiliki
beberapa pelayan perempuan muda. Dari logat bicaranya dapat aku
ketahui kalau mereka rata-rata berasal dari Sunda. Mereka rata-rata
berusia muda yang bekerja melayani setiap tamu juga menemani mereka
yang sedang nongkrong ngopi atau istirahat. Bahkan ada pula yang mau
lebih dari itu.....alias perempuan di sana bisa diajak buat
menghangatkan birahi yang dingin atau menemani jiwa yang kesepian di
malam hari.

"Ini kopinya akang" tiba-tiba pelayan perempuan tadi menyodorkan
secangkir kopi sambil tersenyum. "terima kasih neng" dan tak lama
kemudian aku berkenalan dengan perempuan muda itu serta kami berdua
pun terlibat dalam obrolan ringan. Perempuan muda itu bernama Tia asal
dari Cianjur, sudah bekerja di warung itu selama setahun ini.

Ternyata Tia ini enak diajak bicara, sesekali kami bercanda tentu
saja Tia juga enak buat menghangatkan suasana yang dingin. Hingga
karena keasyikan aku sampai lupa waktu dan lupa berapa cangkir kopi
dan teh yang ku minum.

"Kang udah kedinginan ya?' tanya Tia ketika badanku rasanya menggigil
dan memeluk badanku sendiri. "Iya nih badanku kedinginan. "Rasanya aku
butuh yang hangat-hangat nih" jawabku sambil nyruput kopi yang sudah
dingin lalu menyedot Rokok ku dalam-dalam. Tiba-tiba Tia
merapatkan badannya dekat aku sehingga pahaku menempel dengan pahanya
dan tangannya memgang tanganku yang mulai kaku dan membeku. "Mau lebih
hangat lagi? Nih deh ada yang bisa bikin hangat lagi"katanya sambil
merapatkan badannya dan memegang tanganku erat-erat.

Aku sudah mengerti maksudnya tapi aku pura-pura tidak tahu agar
si Tia lebih penasaran. "Memang apa yang bisa bikin lebih hangat lagi?
Tia bisa bikin lebih hangat lagi?" kataku sambil memeluk tubuh Tia
untuk meyakinkan apakah Tia bisa membikin lebih hangat suasana. Dia
pun tersenyum sambil berkata, "maunya akang hangat yang gimana? hangat
luar dalam Tia bisa. Mau dicoba akang". Kata-kata itu meluncur begitu
saja dari bibirnya yang merah merekah, seakan sebagai pancingan atau
penawaran untuk aku berbuat lebih jauh.

"Dimana neng? Emang ada tempat buat hangatin badan disini?"
pancing aku untuk mengimbangi penawarannya. "Ngapain jauh-jauh akang,
di belakang warung ini kalau akang mau juga bisa" jawabnya
bersemangat. Entah suara hatiku tiba-tiba membisikkan supaya jangan
mengikuti hawa nafsu dan melakukan perbuatan dosa meskipun keadaan
malam itu sangat memungkinkan. Ya aku harus menghindar dari rayuan Tia
dengan cara baik agar dia tidak tersinggung.

Aku dan Tia sambil berpelukan kemudian berjalan ke belakang warung
sengaja kuajak jalan-jalan saja sambil melihat-lihat suasana di
belakang warung. Ya setiap warung di Puncak memang menyediakan kamar
di belakang buat melakukan percintaan antara berlainan jenis.
Kadangkala bila menginginkan lebih dapat pula para pria pencari cinta
membooking perempuan di warung itu di sebuah hotel atau villa di kawasan Puncak yang memang juga banyak tersedia tempat untuk
melampiaskan hasrat cintanya. Itu pun setelah warung tutup setelah jam
5 pagi.

Setelah puas aku berjalan-jalan dengan Tia maka waktunya untuk
kembali meneruskan perjalanan ke Bandung. Jam mulai menunjukkan pukul
2 pagi, aku pun sudah tak sanggup lagi menahan udara dingin kawasan
Puncak. Setelah aku membayar minuman yang telah ku minum serta memberi
tips buat Tia yang sudi menemani aku. Tak lupa sesudah itu aku
mencubit pipi Tia sebagai tanda perpisahan dengannya dan ia pun
membalas dengan mencium pipi kanan kiriku pula, sambil berkata agar
tak bosan datang kemari. Segera aku menuju Pulsyku dan tancap gas
menyatu kembali dengan dinginnya kawasan Puncak dan sepinya suasana
jalanan di pagi hari itu.

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
28-11-2008, 14:39
Post: #2
 
Pengakuan Seorang Teman

apa

Pengakuan Dosa Nih

Peace Yoooo
reply
28-11-2008, 14:41
Post: #3
 
Husss.....kasusssssss.....Warning

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
28-11-2008, 14:47
Post: #4
 
Engge ..Wowcantik
reply
28-11-2008, 16:32
Post: #5
 
sip......

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
28-11-2008, 21:04
Post: #6
 
Woiawas loe pada akibat sex bebas neh .......

[Image: pic24626.jpg]
reply
28-11-2008, 21:09
Post: #7
 
bersih donkz Gan..

khan dah da ATM K**d*m

wakakaka
reply
29-11-2008, 09:17
Post: #8
 
Quote:Originally posted by M Iqbal Mukmin S
Woiawas loe pada akibat sex bebas neh .......

[Image: pic24626.jpg]

Thanks ya bang Mukmin da di ingetin

1.Gunakan helm (Full Face/Half Face)
2.Gunakan Jaket,sepatu dan Sarung tangan untuk mengendarai motor
3.Jangan menggunakan celana pendek pada saat menjalankan motor
4.Jangan gunakan trotoar untuk menjalankan motor.Trotoar untuk pengguna jalan kaki
5.Hormatilah sesama pemakai jalan
reply
29-11-2008, 10:02
Post: #9
 
atau kaya gini aja neh......akibat sex bebas juga coy
[Image: pic04966.jpg]
reply
29-11-2008, 10:12
Post: #10
 
Quote:Originally posted by M Iqbal Mukmin S
atau kaya gini aja neh......akibat sex bebas juga coy
[Image: pic04966.jpg]

Kynya klo esek2 ujug2 d Puncak gak mpe

kena karma kya gitu deh..
reply


[-]
Share/Bookmark (Show All)
Facebook Linkedin Technorati Twitter Digg MySpace Delicious



Contact Uswww.himpala.comReturn to TopReturn to ContentLite (Archive) ModeRSS Syndication